Kehidupan ini tidak
semuanya indah dan tidak semua orang
bisa merasakan apa yang indah dalam kehidupan ini. Begitu adilnya Tuhan kepada
setiap makhluknya menjadikan berpadanan ada siang ada malam dan semuanya saling
bergantian. Begitu juga status atau keadaan kita dalam kehidupan ini merupakan
kehendak Tuhan, klasifikasi hidup memang adanya kaya dengan miskin. Ini yang
harus kita syukuri dan manfaatkan baik kaya atau miskin. Sepertinya memang
tidak semua beruntung tapi bukan tidak ada arti semuanya penuh hikmah.
Dalam kehidupan
berkeluarga bapak adalah tulangpunggung keluarga. Begitu pula dengan Sarimin
dia adalah seorang kepala keluarga dari tiga anak-anaknya dan satu istrinya.
Kerjaanya hanya sebagai buruh bangunan. Tapi, bagi dia ini sudah nikmat dari
Tuhan yang patut dia syukuri dia jalani hidup ini dengan semua harapan dan
penuh rasa syukur.
Dia sangat menyayangi
anak-anaknya, sebelum berangkat kerja dia mengantarkan dahulu anak-anaknya ke
sekolah. Ada dua anaknya yang sedang sekolah di Sekolah Dasar (SD), Ajis anak
kesatunya kelas empat dan Yuli kelas dua. Tidaklah jauh jarak sekolah dari
rumahnya, sehingga dia bisa lekas kerja di proyek bangunan perumahan yang dekat
dengan rumahnya. Biasanya dia pulang habis magrib karena sesudah kerjanya dia
selalu menyepatkan diri untuk mengumpulkan bekas-bekas bagunan rusak yang kalau
dia jual lumayan buat tambah-tambah jajan anaknya.