Laman

Jumat, 10 Mei 2013

Hujan Pagi



Pagi biasanya cerah berubah dengan tangismu
Merintih meneteskan butir-butir kelembutan
Kerasnya kemarau beranjak memilukan
Kehidupan kembali penuh warna-warni dengan hiasan

Gersang padang tersirami olehmu
Mayat rumput hidup kembali ulahmu
Lembah tandus hijau elok berkatmu
Sirami padi di sawah alirkan derasnya sungai hasilmu

Sadarkanku bahwa malam beranjak pergi.
Hujan datang, tawarkan selimut hati,
Mengekang raga, menahan langkahku
Warna hari kau tangisi dengan kejernihamu

Hujan, janganlah kau pergi,
Aku masih rindu alunan nada-nadamu.
Rintikanmu seolah menyanyikan lagu
Aku masih belum siap melihat dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar